Publication Liputan Berita Survei LRI: SBY Masih Populer
Survei LRI: SBY Masih Populer
Liputan Berita
Friday, 22 August 2008 10:08

(Indonesia Ontime) - Popularitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, baik sendiri maupun ketika dipasangkan dengan nama lain, tetap paling tinggi dibandingkan sejumlah nama lain yang mencuat sebagai calon presiden (capres) 2009. Di bawahnya, menempel ketat mantan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Demikian hasil survai johanpolling II yang diselenggarakan oleh LRI (Lembaga Riset Informasi) pada pertengahan Mei 2008. Survai dilakukan dengan menggunakan metode Multi Stage Random Sampling, dengan 1.537 responden WNI yang memiliki hak pilih, untuk 33 provinsi di Indonesia dengan Margin Error sekitar 3 persen.

“Latar belakang penyelenggaraan polling ini untuk mencermati situasi politik menjelang Pemilu 2009, terutama fenomena atas munculnya nama-nama capres dan cawapres yang akan bertarung dalam pemilihan presiden (pilpres) 2009. johanpolling berusaha merekam dan menerjemahkan pendapat masyarakat melalui survai nasional di 33 provinsi yang kita laksanakan, dengan tema Popularitas Pemimpin Nasional Menjelang Pemilu 2009. Kita berharap survai ini memberi jawaban yang akurat,” jelas Presiden LRI Johan O. Silalahi.

Hasil survai ini juga menguatkan prediksi survai-survai lainnya tentang masih tingginya keinginan masyarakat untuk memilih  SBY atau Megawati sebagai Presiden RI.

Dari hasil tabulasi yang diperoleh LRI, posisi teratas untuk popularitas calon presiden (capres) pemilu 2009 dipegang SBY dengan persentase 35,6 disusul Megawati 25,51 persen. Posisi ketiga Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubowono X  dengan responden sebesar 17,61 persen, Wiranto 8,76 persen,  JK 3,13 persen dan Amien Rais 2,9 persen. 

Untuk nama-nama calon wakil presiden (cawapres) 2009 yang popular di mata responden posisi teratas ditempati Ketua MPR Hidayat Nurwahid 29,87 persen. Diurutan kedua Sri Sultan 27,71 persen. Nama Jusuf kalla muncul di level berikutnya dengan perolehan 12,71, Ketua Umum Partai Golkar ini mengungguli Kapolri Jenderal Sutanto 7,09 persen dan Ketua Umum Muhammadiyah Din syamsudin 6,93 persen responden. 

Keberadaan Hidayat Nurwahid dan Sri Sultan mengungguli JK sebagai cawapres menjadi menarik untuk dicermati, karena JK mampu dikalahkan keduanya. Data yang diperoleh survai ini menjelaskan dari tingkat popularitas sebagai Ketua Umum Partai Golkar JK cukup dikenal masyarakat luas sekitar 89 persen. Sedangkan Hidayat Nurwahid dan Sultan tidak pada posisi pemimpin parpol untuk saat ini. Jelas ini semakin memperketat  persaingan pada level cawapres.

Seharusnya ,JK lebih berpeluang untuk kandidat tersebut bahkan sebagai capres melihat posisinya sekarang dengan mesin politik yang dimiliki.”Ternyata, responden memunculkan dan memilih nama baru, yaitu Hidayat dan Sultan sebagai cawapres. Responden menilai keduanya popular,” tambah Johan. O Silalahi.

Pasangan Capres dan Ccawapres yang Dipilih

Sebagai pasangan capres dan cawapres 2009 yang banyak dipilih responden, SBY bersanding dengan Hidayat Nurwahid  berada di atas dengan 15,12  responden. Angka ini berbeda tipis dengan Mega yang dipasangkan dengan Sri Sultan pada level 14,79 persen. Ketatnya persaingan SBY dan Mega sebagai capres makin menguatkan asumsi banyak kalangan, termasuk hasil polling lainnya, yang menunjukkan bahwa dua nama itulah yang kelak akan kembali bertarung ketat memperebutkan kursi kepresidenan periode 2009-2014. Sejauh, ini belum terlihat nama capres alternatif yang bisa bersaing dengan kedua nama besar tersebut. (Subhan)

 

 

Search

Media Coverage

Banner